Tingkatkan Daya Saing Daerah, BRIDA Buleleng Evaluasi Capaian IID 2026 dan Siapkan Strategi Inovasi 2027
BULELENG – Dalam upaya mendorong budaya inovasi dan meningkatkan daya saing daerah, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menggelar kegiatan "Evaluasi Hasil Penginputan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 dan Strategi Pengembangan Inovasi 2027". Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (22/9/2026) pagi.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa IID bukan sekadar angka laporan, melainkan parameter utama untuk mengukur sejauh mana keaktifan suatu daerah dalam berinovasi. Lebih dari itu, IID juga memiliki peran strategis dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya sebagai salah satu acuan dalam pengalokasian Dana Insentif Fiskal Daerah dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Fungsional Analis Kebijakan Ahli Muda BRIDA Buleleng dalam paparannya membeberkan tren positif perkembangan inovasi di Gumi Panji Sakti. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 90 inovasi berhasil dilahirkan oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 43 inovasi lahir dari inisiatif masyarakat umum. Khusus untuk OPD, jumlah ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencatatkan 57 inovasi.
"Berkat kerja keras seluruh pihak, capaian sementara skor IID Kabupaten Buleleng untuk tahun 2026 saat ini telah menembus angka 69,91," ungkapnya.
Dalam rapat evaluasi ini, terdapat beberapa arahan teknis penting yang ditekankan kepada seluruh perwakilan instansi. Pertama, setiap penginputan inovasi diwajibkan untuk memasukkan nama inisiator atau pemrakarsa yang mewakili instansi terkait. Kedua, sebagai bentuk pelindungan karya dan gagasan, ke depannya inovasi-inovasi yang dimiliki daerah ditargetkan agar bisa segera mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Menutup kegiatan tersebut, BRIDA Buleleng berharap seluruh OPD tidak cepat berpuas diri. Setiap instansi didorong untuk terus konsisten menginisiasi dan mengembangkan inovasi baru yang dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. Pengembangan inovasi ini tentunya juga harus disesuaikan dengan indikator kelengkapan dokumen IID, sehingga secara berkelanjutan mampu mendongkrak nilai IID Kabupaten Buleleng di tingkat nasional.