Jumat, 4 September 2026 – Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) mengikuti Rapat Pengumpulan Informasi untuk InaRISK yang diselenggarakan secara daring oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (4/9) pukul 10.00 WITA. Pertemuan ini difokuskan pada pengelolaan data dan pembaruan sistem informasi risiko bencana di Indonesia.
Acara dibuka langsung oleh Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB. Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen BNPB untuk terus memberikan dukungan maksimal, baik melalui penyediaan peta untuk penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB), kegiatan kedaruratan, maupun perencanaan kebencanaan. Beliau juga menaruh harapan besar agar aplikasi InaRISK Personal dapat menjangkau masyarakat luas demi penyampaian informasi dampak bencana yang lebih cepat dan akurat.
Dalam rapat ini, pihak penyedia turut memaparkan sejumlah progres dan pembaruan ( update) pada sistem InaRISK, di antaranya:
Pembaruan InaRISK Web: Penambahan dashboard informasi yang menyajikan ringkasan nasional jenis bahaya, distribusi risiko, 10 provinsi dengan risiko bencana tertinggi, serta indikator keterpaparan. Fitur baru seperti Web GIS dan tautan unduhan juga telah ditambahkan.
Peningkatan InaRISK Personal: Aplikasi berbasis mobile ini kini dilengkapi dengan informasi dampak bencana secara langsung, seperti titik lokasi kejadian, jumlah penduduk, hingga bangunan yang terdampak.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang membahas pengalaman penggunaan aplikasi di lapangan, identifikasi kebutuhan daerah, serta masukan konstruktif untuk pengembangan InaRISK ke depannya agar semakin optimal dalam melindungi masyarakat.