Buleleng, 7 Agustus 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Laporan Antara Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Buleleng Tahun 2027–2031, Jumat (7/8/2026), bertempat di Ruang Rapat Kantor BPBD Kabupaten Buleleng.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA tersebut melibatkan Tim Penyusun Kajian Risiko Bencana dari BPBD Kabupaten Buleleng, Tim Tenaga Ahli dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), OPD terkait kebencanaan di Kabupaten Buleleng, serta Forum Komunikasi Desa/Lembaga terkait (Forkomdeslu) Kecamatan se-Kabupaten Buleleng.
FGD dibuka oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Buleleng. Dalam sambutannya disampaikan bahwa setiap daerah perlu memiliki dokumen Kajian Risiko Bencana sebagai salah satu instrumen penting dalam perencanaan penanggulangan bencana. Kajian tersebut juga berkaitan dengan penguatan indikator risiko dan ketahanan daerah, mengingat Kabupaten Buleleng memiliki potensi ancaman bencana yang cukup tinggi.
Kabupaten Buleleng sebelumnya telah memiliki Dokumen Kajian Risiko Bencana Tahun 2022–2026 yang memetakan sembilan jenis risiko bencana. Dalam penyusunan KRB Tahun 2027–2031, dilakukan pemutakhiran kajian dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan data dan kondisi kebencanaan. Salah satu tambahan risiko yang akan dikaji adalah likuefaksi.
Tim Tenaga Ahli dari Universitas Pendidikan Ganesha selanjutnya memaparkan sejumlah pokok pembahasan, meliputi penetapan jenis bencana yang berpotensi terjadi, faktor penyebab masing-masing bencana, strategi mitigasi, matriks prioritas penanganan bencana, serta kondisi umum kemampuan dan kapasitas Kabupaten Buleleng dalam menghadapi bencana.
Dalam FGD juga disampaikan hasil penelitian dan telaah terhadap berbagai sumber sejarah, termasuk lontar dan babad, serta pengecekan terhadap bukti pendukung kejadian kebencanaan. Hasil kajian tersebut menunjukkan adanya catatan mengenai kejadian bencana besar yang pernah terjadi di Kabupaten Buleleng pada tahun 1815, yang menjadi salah satu bahan penting dalam memperkaya analisis risiko bencana.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama seluruh peserta untuk mengidentifikasi potensi bencana, kejadian bencana yang pernah terjadi, serta kecenderungan kejadian masing-masing jenis bencana di wilayah Kabupaten Buleleng.
Melalui pembahasan dan kesepakatan bersama seluruh peserta FGD, ditetapkan 10 jenis bencana yang akan menjadi fokus dalam Kajian Risiko Bencana Kabupaten Buleleng Tahun 2027–2031.
Pelaksanaan FGD ini diharapkan dapat menghasilkan kajian risiko bencana yang lebih komprehensif, berbasis data dan kondisi aktual wilayah, sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan serta strategi penanggulangan bencana di Kabupaten Buleleng secara lebih efektif dan terarah.