(0362) 23022
08113892247
bpbd@bulelengkab.go.id
Badan Penanggulangan Bencana Daerah

TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN, DESA PEMARON DAN PLTGU BENTUK RELAWAN TANGGUH BENCANA TSUNAMI

Admin bpbd | 29 Oktober 2026 | 226 kali

BULELENG – Sebagai langkah proaktif dalam mengantisipasi ancaman bencana alam, telah dilaksanakan Pelatihan Kebencanaan Tsunami sekaligus Pembentukan Relawan Tangguh Bencana di Desa Pemaron. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi bersama PLTGU Pemaron ini berlangsung pada Kamis (29/10) mulai pukul 09.00 WITA.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Perbekel Pemaron. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa relawan desa memegang peranan krusial sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana di tingkat wilayah. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Pemaron menyatakan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan pelatihan rutin yang bertujuan untuk terus mengasah dan meningkatkan kapasitas kemampuan para relawan darurat.

Turut hadir memberikan arahan, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (Kabid PK) menyoroti pentingnya kewaspadaan menyambut musim penghujan. Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan diprediksi mulai meningkat pada dasarian kedua bulan November 2026, dengan puncaknya pada Januari hingga Februari mendatang. Beliau juga memaparkan potensi kebencanaan di Kabupaten Buleleng sesuai pembaruan Kajian Risiko Bencana (KRB), yang meliputi ancaman likuifaksi, titik gempa berpotensi tsunami, serta krusialnya pemahaman masyarakat akan golden time (waktu emas) saat melakukan evakuasi mandiri.

Memasuki sesi teknis, Analis Kebencanaan Ahli Muda memaparkan materi komprehensif terkait dasar pengetahuan kebencanaan, pemetaan kelas risiko bencana khusus di wilayah Desa Pemaron, hingga langkah-langkah mitigasi yang tepat. Peserta juga diberikan penjelasan mendalam mengenai pembacaan peta jalur evakuasi tsunami Desa Pemaron dan skenario alur pelaksanaan simulasi bencana.

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan sesi praktik lapangan. Sebanyak 20 orang peserta yang terdiri dari anggota Bakamda dan relawan desa melakukan praktik langsung tata cara pemindahan korban secara aman. Selain itu, dilaksanakan pula simulasi evakuasi bencana yang mengambil titik awal penyelamatan dari lantai dua Kantor Perbekel Pemaron guna melatih insting dan respon cepat para relawan saat situasi darurat sesungguhnya terjadi.