BULELENG – Dalam upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang tangguh terhadap ancaman bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kali ini, edukasi kebencanaan tersebut dilaksanakan di SD Negeri 2 Sari Mekar pada Rabu (28/10) mulai pukul 11.00 WITA.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SD Negeri 2 Sari Mekar. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya penerapan upaya mitigasi bencana di lingkungan sekolah. Terlebih untuk wilayah yang tergolong rawan bencana, kesiapsiagaan harus dibangun dan dipersiapkan sejak dini agar seluruh warga sekolah memiliki bekal pengetahuan untuk melindungi diri saat kondisi darurat terjadi.
Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Analis Kebencanaan Ahli Muda dan Analis Kebencanaan Ahli Pertama dari BPBD Kabupaten Buleleng. Di hadapan 130 orang peserta, para pemateri memaparkan dasar-dasar pengetahuan kebencanaan, dengan fokus utama pada langkah-langkah antisipasi dan kewaspadaan menyambut datangnya musim penghujan.
Guna memastikan pemahaman materi secara taktis, pemaparan teori dilanjutkan dengan sesi pelatihan dan simulasi evakuasi sederhana. Sesi praktik ini berjalan interaktif dengan melibatkan partisipasi langsung dari para siswa, dewan guru, serta mahasiswa program Asistensi Mengajar dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Pada penghujung acara, tim BPBD bersama pihak sekolah melakukan evaluasi bersama. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur efektivitas simulasi sekaligus memantapkan standar tata cara pelatihan penanggulangan bencana di lingkungan satuan pendidikan ke depannya.