(0362) 23022
08113892247
bpbd@bulelengkab.go.id
Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Waspada Potensi Kekeringan dan Kebakaran Lahan di Kabupaten Buleleng Memasuki Puncak Musim Kemarau Juni 2026

Admin bpbd | 29 Juni 2026 | 369 kali

Memasuki pertengahan tahun 2026, wilayah Indonesia secara bertahap memasuki musim kemarau. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Bali, mulai mengalami penurunan intensitas hujan yang disertai meningkatnya dominasi angin timuran dari Australia yang bersifat kering. Kondisi ini menyebabkan kelembapan udara menurun, suhu udara pada siang hari terasa lebih panas, sementara suhu pada malam hingga dini hari cenderung lebih dingin.

Prof. Dr. Erma Yulihastin, Peneliti Klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan bahwa perubahan cuaca harian tetap dapat terjadi meskipun telah memasuki musim kemarau. Masyarakat perlu memahami bahwa musim kemarau tidak berarti tidak akan turun hujan sama sekali. Hujan lokal dengan durasi singkat masih dapat terjadi akibat dinamika atmosfer berskala lokal, sehingga kewaspadaan terhadap perubahan cuaca tetap diperlukan.

Kondisi Kabupaten Buleleng

Kabupaten Buleleng memiliki karakteristik geografis yang unik dengan wilayah pesisir yang luas di bagian utara serta kawasan perbukitan dan pegunungan di bagian selatan. Pada musim kemarau, wilayah pesisir umumnya mengalami peningkatan suhu udara, kelembapan yang rendah, serta berkurangnya cadangan air permukaan.

Beberapa potensi bencana hidrometeorologi yang perlu diantisipasi antara lain:

  • Kekeringan pada daerah yang bergantung pada sumber air permukaan.
  • Peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada kawasan semak belukar, lahan kering, dan hutan musim.
  • Berkurangnya debit mata air serta saluran irigasi yang berdampak pada sektor pertanian.
  • Gangguan kesehatan akibat suhu panas, dehidrasi, dan paparan radiasi matahari.

Meskipun demikian, masyarakat juga perlu tetap mewaspadai kemungkinan hujan lokal yang dapat disertai angin kencang akibat pembentukan awan konvektif pada sore hingga malam hari, terutama di wilayah pegunungan bagian selatan Buleleng.

 

Pentingnya Mitigasi Sejak Dini

BPBD Kabupaten Buleleng mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau melalui langkah-langkah sederhana namun efektif, di antaranya:

  • Menghemat penggunaan air bersih dan memanfaatkan sumber air secara bijaksana.
  • Tidak melakukan pembakaran sampah, rumput kering, maupun lahan pertanian.
  • Membersihkan semak kering di sekitar permukiman sebagai upaya mengurangi risiko kebakaran.
  • Memantau informasi prakiraan cuaca resmi yang dikeluarkan BMKG.
  • Segera melaporkan apabila ditemukan titik api atau kejadian kebakaran kepada aparat desa, pemadam kebakaran, atau BPBD Kabupaten Buleleng.

Peran Masyarakat Sangat Menentukan

Pengurangan risiko bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan, penggunaan air secara hemat, serta kepedulian untuk mencegah kebakaran merupakan langkah nyata dalam membangun ketangguhan daerah menghadapi musim kemarau.

BPBD Kabupaten Buleleng akan terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca bersama BMKG serta menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.