(0362) 23022
bpbd@bulelengkab.go.id
Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Hari Kesiapsiagaan Bencana 26 April 2022

Admin bpbd | 24 April 2022 | 1782 kali

Indonesia merupakan Negara yang memiliki keberagaman budaya, suku, adat istiadat, tradisi, ras dan juga sumber daya alamnya yang melimpah. Dibalik semua itu, Indonesia juga memiliki sisi gelap yaitu banyak bencana yang pernah melanda negeri tercinta kita ini. Maka tidak heran jika Indonesia disebut daerah rawan bencana. Beberapa penyebab dari banyaknya bencana di Indonesia adalah letak Indonesia yang dilalui sirkum pasifik atau biasa disebut ring of fire sehingga tidak heran di Indonesia banyak terdapat gunung berapi, Indonesia juga merupakan tempat bertemunya tiga lempeng yaitu lempeng Eurasia, lempeng India, dan lempeng Australia yang membuat daerah ini menjadi daerah rawan gempa bumi, selain itu Indonesia juga memiliki curah hujan yang tinggi berkisar 1000-4000 per tahunnya sehingga tidak heran jika di Indonesia sering terjadi banjir dan tanah longsor.
Begitu juga dengan salah satu kabupaten yang ada di Bali bagian Utara, yaitu Kabupaten Buleleng. Kabupaten Buleleng yang memiliki luas sekitar seperempat dari luas Pulau Bali ini juga sering disebut sebagai mall dari bencana, karena ada sekitar 12 potensi bencana yang perlu diwaspadai Buleleng. Contohnya adalah adanya 3 patahan sumber titik gempa di Kecamatan Tejakula dengan 7 SR, Kecamatan Seririt dengan 6,5 SR, dan Kecamatan Gerokgak dengan 6 SR. Gempa bumi yang diertai dengan Tsunami tanggal 22 November 1815 atau yang biasa disebut tragedi Gejer Bali, bencana alam ini menewaskan warga sejumlah 10.252 jiwa. Bencana berikutnya yang masih membekas bagi Buleleng adalah gempa bumi di Kecamatan Seririt pada tahun 1976 yang menewaskan 544 jiwa dan 326 orang mengalami luka-luka. Masih banyak lagi bencana yang dating silih berganti, sehingga perlu bagi kita untuk sadar akan bencana, mampu memahami resiko bencana, dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo pada saat Rakornas Penanggulangan Bencana 2022, perlu adanya pembangunan sistem edukasi kebencanaan berkelanjutan di daerah rawan bencana, budaya sadar bencana harus dimulai sejak dini mulai dari individu, keluarga, komunitas, sekolah, sampai lingkungan masyarakat. Sesui dengan konsep pentahelix dimana perlu adanya partisipasi dari semua elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana. Salah satu partisipasi yang bisa dilakukan masyarakat adalah aktif dalam pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana. BNPB menjadi inisiasi dalam menjadikan tanggal 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana, tanggal ini dipilih untuk memperingati ditetapkannya UU No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Berdasarkan sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana 2022, Hari Kesiapsiagaan tahun ini tetap dengan tema Siap Untuk Selamat dengan sub tema Keluarga Tangguh Bencana Pilar Bangsa Menghadapi Bencana. Tujuan dari Hari kesiapsiagaan Bencana tahun 2022 adalah meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan bencana seluruh lapisan masyarakat di masa pandemi covid-19 menuju Keluarga Tangguh Bencana. Pelaksanaan hari kesiapsiagaan bencana dapat melalui sosialisasi, kampanye, pelibatan tokoh masyarakat, ataupun melalui media cetak, sosial, dan elektronik. Pelaksanaan Hari Kesiapsiagaan Bencana berlangsung selama satu bulan, dimulai dari tanggal 25 Maret 2022 dan puncak acaranya akan diadakan pada Hari Selasa, 26 April 2022.
Mari sukseskan Hari Kesiapsiagaan Bencana, jangan lupa bunyikan secara serentak kentongan, sirine atau lonceng pada 26 April 2022 pukul 10.00 waktu setempat, sebagai tanda mulainya latihan evakuasi mandiri dan segera menuju tempat aman terdekat.
Kenali ancamannya, pahami resikonya, dan tingkatkan budaya resiko bencana
#KitaSiapUntukSelamat
#HKB2022

siaga bnpb