Hasil Monitoring Fenomena ENSO dan IOD dari BMKG, El Nino Masih Sangat Kuat di Wilayah Bali
Admin bpbd | 22 September 2026 | 1522 kali
Berdasarkan monitoring
fenomena ENSO dan IOD dari BMKG, saat ini wilayah Bali berada dalam cengkeraman
El Niño Sangat Kuat (indeks SSTA Nino3.4 mencapai +2.63) dan fase IOD Positif
yang diprediksi bertahan hingga awal tahun 2027. Dampak nyata dari fenomena ini adalah terjadinya
Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem di Kabupaten Buleleng.
Pos Pengamatan Hujan di Sumberklampok,
Kecamatan Gerokgak, mencatat rekor HTH terpanjang hingga mencapai 123 hari
tanpa hujan. Kondisi kering yang berkepanjangan ini meningkatkan risiko bencana
kekeringan lahan, krisis air bersih, serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
di wilayah Buleleng Barat dan Utara.
Wilayah Kabupaten Buleleng
(100% Zona Musim) diprediksi akan mengalami keterlambatan musim hujan (mundur 1
hingga lebih dari 3 dasarian dari normalnya).
- Wilayah
Buleleng Tengah & Selatan (Kec. Banjar, Sukasada): Diprediksi memasuki musim hujan pada
November Dasarian III.
- Wilayah
Buleleng Utara, Barat, & Timur (Kec. Gerokgak, Seririt, Busungbiu,
Buleleng, Sawan, Kubutambahan, Tejakula): Baru memasuki musim hujan pada Desember
2026.
- Karakteristik
Musim: Durasi musim
hujan diprediksi lebih pendek dari normalnya dengan puncak musim
hujan di Buleleng diprakirakan terjadi pada Februari 2027.
Poin-poin kesiapsiagaan kepada
masyarakat dan lintas sektor, meliputi:
- Sektor
Kebencanaan & Lingkungan: Mengingat awal musim hujan yang mundur, masyarakat diimbau tetap
waspada tinggi terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan/lahan
(Karhutla) selama bulan September hingga Oktober.
- Sektor
Pertanian & Pangan: Para petani diimbau menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas
tanaman berumur pendek (siklus cepat) guna menyiasati durasi musim hujan
yang lebih singkat.
- Sektor
Sumber Daya Air & Infrastruktur: Mengajak warga mengoptimalkan penampungan
air hujan skala rumah tangga. Sebelum hujan tiba, diwajibkan melakukan
pembersihan drainase/gorong-gorong, normalisasi aliran sungai, pemangkasan
pohon rawan tumbang, serta penguatan tebing di daerah rawan longsor.
- Sektor
Kesehatan: Mengimbau
warga menggalakkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan
larvasidasi sejak dini guna mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah
Dengue (DBD) saat masa transisi dan genangan pasca-hujan.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap
waspada, serta selalu memantau kanal informasi resmi melalui BMKG perihal
iklim, maupun media sosial resmi BPBD Kabupaten Buleleng untuk kedaruratan.
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan!
Sumber: Staklim Bali, 28 September 2026