Singaraja, 15 April 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan Konsulat Inggris, Nigel Greetham, beserta translator pada Rabu, 15 April 2026. Pertemuan digelar di ruang rapat Kalaksa BPBD Buleleng.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Buleleng didampingi jajaran staf. Pertemuan ini bertujuan membangun sistem pelaporan bencana yang cepat dan akurat bagi warga negara Inggris yang terdampak bencana di Buleleng, sekaligus memastikan jalur komunikasi Buleleng-Jakarta-Inggris tetap lancar saat krisis terjadi.
Dalam pertemuan, Kalaksa BPBD Buleleng memaparkan bahwa Buleleng memiliki 9 potensi bencana yaitu banjir, banjir bandang, gempa bumi, tsunami, kekeringan, tanah longsor, cuaca ekstrem, abrasi, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Disebutkan pula bahwa dalam 3 bulan terakhir, tanah longsor menjadi bencana dengan frekuensi tertinggi di Buleleng. Berdasarkan data BMKG, wilayah Buleleng juga berada pada jalur Cincin Api sehingga potensi gempa dan tsunami perlu diwaspadai.
Kalaksa menegaskan, Pusdalops BPBD Buleleng menjadi pintu utama pelaporan bencana yang dapat dihubungi siapa saja. Setiap laporan yang masuk akan diteruskan ke stakeholder terkait. BPBD Buleleng juga telah membentuk TRC lintas sektor serta tim hingga tingkat kecamatan dan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Dari pihak konsulat Inggris, Nigel Greetham menyampaikan bahwa pihaknya memiliki tim kerja 24 jam dan TRC yang mencakup wilayah London hingga Asia Pasifik yang siap membantu Buleleng jika diperlukan saat krisis. Pihaknya juga rutin menggelar pelatihan krisis setiap 2 tahun dan terbuka untuk latihan bersama serta pertukaran kontak hotline.
Kalaksa BPBD Buleleng mengakui masih adanya keterbatasan SDM dan peralatan dalam penanganan bencana. Namun hal tersebut diatasi melalui kolaborasi antar lembaga. Ke depan, BPBD Buleleng berharap dapat menggelar pelatihan khusus bagi anggota yang didukung keahlian dari Konsulat Inggris.