(0362) 23022
bpbd@bulelengkab.go.id
Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Waspada Fenomena La Nina Diprediksi pada Akhir Tahun hingga Februari 2022, Musim Hujan Maju Oktober

Admin bpbd | 11 Januari 2022 | 33 kali

La Nina merupakan fenomena Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya. Pendinginan Suhu Muka Laut (SML) ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.La Nina juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya.

BMKG menyebutkan fenomena La Nina diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah - sedang, setidaknya hingga Februari 2022 mendatang. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meminta Pemerintah Daerah untuk serius dalam menanggapi peringatan dini La Nina yang dikeluarkan BMKG ni guna meminimalisir dampak dan kerugian yang lebih besar.

"Mohon kepada daerah untuk tidak menyepelekan peringatan dini La Nina ini. Jangan sampai melupakan upaya mitigasi dan fokus pada penanggulangan pasca kejadian. Mitigasi yang komprehensif akan bisa menekan jumlah kerugian dan korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi," ungkap Dwikorita dalam Rakornas yang dilaksanakan pada Jumat (29/10/2021).

Statistik kebencanaan saat ini didominasi oleh peristiwa-peristiwa bencana yang terkait dengan cuaca atau iklim. Maka dari itu penting untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mengatasi bencana tersebut frekuensi kejadiannya sangat dominan. beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.Mulai dari melakukan apel kesiapsiagaan untuk mengecek kesiapan alat dan sarana pendukung hingga memonitor peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Melakukan upaya kesiapsiagaan yang berbasis masyarakat dengan memonitor peringatan dini dari BMKG, sekali lagi dengan memonitor peringatan dini dari BMKG, penetapan jalur evakuasi, simulasi evakuasi, penatapan rambu daerah rawan bencana sistem peringatan dini berbasis masyarakat serta jejaring komunikasi berbasis masyarakat terus kita akan aktifkan.


Sumber :Salma Rafifa Aprillya - detikNews