Masih adanya sub kegiatan di RPBD yang belum terakomodir dalam Renja 2027, serta perlunya penguatan integrasi penanggulangan bencana dan adaptasi perubahan iklim ke dalam dokumen perencanaan daerah menjadi permasalahan utama yang dibahas.Menjawab hal tersebut, Perencana Ahli Pertama BPBD Buleleng mengikuti Lokakarya Penguatan Rancangan Akhir RKPD Tematik Resiliensi Terhadap Bencana dan Perubahan Iklim Provinsi Bali Tahun 2027 pada 9–11 Juni 2026 di Hotel Sanur Resort Batujimbar.
Melalui lokakarya ini, peserta dari BPBD, DLH, dan Bappeda se-Bali melakukan reviu RPBD, menyusun prioritas program berbasis resiliensi, dan menyepakati kertas kerja integrasi ke RKPD-Renja. Kepala Bappeda Bali menekankan 4 fokus perencanaan: penanggulangan kemiskinan, kesetaraan gender-disabilitas, digitalisasi tata kelola, dan ketahanan bencana-perubahan iklim.
Sebagai tindak lanjut, Buleleng akan menyesuaikan Renja 2027 dan mengoptimalkan Forum TJSLP untuk menghimpun dana CSR perusahaan dalam penanganan bencana. BNPB juga akan menyusun Juklak monev RPBD agar hasil pemantauan dapat dimanfaatkan dalam perencanaan.