Visi & Misi BPBD Kabupaten Buleleng

  • Admin Bulelengkab
  • 29 Pebruari 2016
  • Dibaca: 1805 Pengunjung

        VISI

Visi menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan  karena merupakan suatu langkah penting dalam pencapaian kinerja perencanaan maupun pelaksanaan tugas-tugas yang menjadi kewenangan SKPD.  Pada hakekatnya perumusan dan penetapan visi adalah menggali gambaran bersama tentang masa depan ideal yang hendak diwujudkan. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Visi harus disusun bersama, diwujudkan bersama sehingga visi yang dihasilkan menjadi milik bersama yang diyakini oleh seluruh elemen terkait. Visi yang tepat bagi masa depan suatu SKPD akan mampu menjadi akselator kinerja bagi SKPD yang bersangkutan.

 

Visi  Badan  Penanggulangan  Bencana  Daerah  (BPBD) Kabupaten  Buleleng  dalam perumusannya tidak terlepas  dari analisis kondisi  lingkungan startegisnya, baik analisi lingkungan  internal  dan  eksternal  serta analisi sesuai ikedudukan,  tugas  dan  fungsinya, demikian juga dipaduserasikan dengan Visi  dan  Misi Pemerintah Kabupaten Buleleng. Berdasarkan hal itu, maka pernyataan Visi  Badan  Penanggulangan  Bencana  Daerah Kabupaten  Buleleng adalah :

 

Terwujudnya Masyarakat Buleleng Yang Tangguh Dalam Menghadapi Bencana Berlandaskan Falsafah Tri Hita Karana”.

 

Makna Visi

Kata kunci dan makna yang terdapat dalam rumusan visi di atas adalah sebagai berikut :

-    Tangguh mempunyai makna masyarakat, apatarur maupun kelembagaan baik kelembagaan pemerintah maupun swasta yang ada di Buleleng mempunyai kesadaran, kemampuan dan kekuatan dalam mencegah maupun mengatasi berbagai kondisi yang terjadi terhadap lingkungan dan kehidupan siosialnya secara mandiri.

-    Bencana  mempunyai makna bahwa peristiwa atau rangkaian pristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

-    Falsafah Tri Hita Karanamempunya makna Tiga FaktorPenyebab Kebahagian yang mencakup hubungan manusia dengan Sang Pencipta/Tuhan/Ida Shanghyang Widhi Wasa (Prahyangan); Hubungan Manusia dengan Manusia (Pawongan); serta hubungan Manusia dengan Lingkungannya(Palemahan).  Intinya bahwaberbagai aspek pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat senantiasa dilandasi hubungan yang harmonis baik antara pelaku pembangunan (manusia dengan manusia/Pawongan); pelaku pembangunan dengan lingkungan serta senantiasa mengedepankan pelestarian dan keberlanjutan (Manusia dengan Lingkungan/Palemahan); serta pelaku pembangunan harus senantiasa menyadari dan bersyukur bahwa apa yang ada di bumi adalah semuanya ciptaan Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Manusia dengan Tuhan/Pahryangan)



        MISI

Penetapan Misi merupakan langkah startegis karena Misi merupakan pernyataan yang menjadi dasar penetapan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai sehingga pernyataan misi akan membawa SKPD kepada suatu fokus yang menjelaskan eksistensi SKPD yang bersangkutan. Visi dan Misi akan mendorong alokasi sumberdaya daerah sehingga pernyataan Visi dan Misi tersebut harus selaras dengan amanah yang diembannya.

Ditetapkannya misi maka akan diketahui apa yang harus dilakukan agar tujuan dan sasaran yang direncanakan dapat tercapai dengan baik. Misi diharapkan juga akan dapat menunjukkan peran dan program-program SKPD kepada seluruh lapisan masyarakat serta pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder).  Mencermati makna Misi dan Visi di atas, maka Misi yang dirumuskan dan ditetapkan oleh BPBD Kabupaten Buleleng untuk mencapai visi di atas adalah sebagai berikut :

a.    Meningkatkan  kemampuan  SDM  (Aparatur  dan Masyarakat)  untuk menunjang penguasaan teknologi dalam penanggulangan bencana.

b.     Menetapkan  standar,  kebutuhan,  dan  prosedur  penyelenggaraan penanggulangan bencana.

c.     Mengembangkan  pemanfaatan  teknologi  pencegahan,  kesiapsiagaan, peringatan  dini,  dan  mitigasi untuk  menghadapi  ancaman  dan  resiko bencana.

d.    Menyelenggarakan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh.

e.     Memenuhi  hak  masyarakat  dan  pengungsi  yang  terkena  bencana  secara adil dan sesuai dengan standar pelayanan minimum, serta melaksanakan pemulihan kondisi dari dampak bencana.

Makna Misi

a.    Misi yang pertama mempunyai makna bahwa  dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat, Aparatur maupun pemangku kepentingan lainnya dalam penanganan kebencanaan dan didukung dengan penguasaan teknologi kebencanaan maka akan lebih memudahkan dalam pencegahan, penanganan bencana maupun paska bencana;

b.    Misi yang kedua mempunyai makna bahwa dengan telah  disusun dan ditetapkannnya prosedur maupun standar minimal, maka  dalam penanganan kebencanaan akan lebih efektif, efisien dan tepat sasaran.

c.    Misi ketiga mengandung makna bahwa dengan tersedianya teknologi system peringatan dini akan lebih memudahkan dalam antisipasi dan mitigasi bencana.

d.    Misi ke empat mempunyai makna bahwa melalui koordinasi dan kerjasama yang terpadu, akan terwujud penanganan kebencanaan yang terintegrasi  dan terpadu antar kelembagaan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan maupun dalam pengendalian/pencegahan terhadap timbulnya bencana;

e. Misi yang kelima mempunyai makna bahwa masyarakat khususnya mereka yang terkena dampak bencana memiliki akses yang sama, adil dan merata dalam menerima sumber daya pembangunan, dalam hal ini diberikan kemudahan, diberdayakan dan diberikan bantuan sehingga mampu mengatasi  dampak bencana dimaksud.