Gempa Guncang Tejakula Buleleng-Bali

  • Admin Bpbd
  • 15 Mei 2017
  • Dibaca: 227 Pengunjung

Hari Senin, 15 Mei 2017, pukul 06:53:00 WIB, sebagian wilayah Pulau Bali bagian utara diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=2,6 Skala Richter, dengan episenter pada koordinat 8,12 LS dan 115,32 BT, tepatnya di darat 33 km Barat Laut Karangasem Bali dengan kedalaman 10 kilometer.
Dampak gempabumi ini menimbulkan guncangan pada II Skala Intensitas Gempabumi BMKG atau III MMI di sebagian wilayah Pulau Bali bagian utara dirasakan di Tejakula Buleleng. Di daerah ini guncangan dirasakan oleh beberapa orang. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan rumah akibat gempabumi. Jika ditinjau lokasi pusat gempabuminya dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi yang terjadi berkaitan dengan keberadaan struktur sesar aktif yang terdapat di Laut Bali.
Data geologi dan tektonik menunjukkan bahwa di Laut Bali memang terdapat sebaran struktur sesar aktif yang memungkinkan terjadinya reaktivasi sesar hingga memicu terjadi gempabumi ini. Peristiwa gempabumi dengan pusat di Laut Bali sangat menarik untuk dikaji mengingat di zona ini juga terdapat struktur sesar aktif yang diduga kuat sebagai kelanjutan/terusan dari Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Kondisi tektonik semacam ini menjadikan wilayah pesisir utara Bali menjadi kawasan yang rawan terhadap gempabumi dan tsunami.
Terkait dengan peristiwa gempabumi yang mengguncang wilayah Bali bagian utara ini, maka kepada warga setempat dihimbau untuk tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi kekuatannya relatif kecil, sehingga tidak merusak dan tidak berpotensi tsunami.
Denpasar, 15 Mei 2017


Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar


TTD


Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl SEIS.
NIP. 19600916 1981031002